Puasa Orang Desa Menggebuk Kultur Priyayi


#BloggerTanahJawa

notedcupu.com

Sebenarnya baru saja saya hendak menulis tema-tema isu ‘radikalisme’, toh niatan itu saya talak dalam-dalam. Di Indonesia ini apa dan siapalah identitas saya? Mana mungkin pendapat orang kampung didengarkan oleh suatu mekanisme kehidupan zaman yang menyembah, ‘kamu harus jadi apa dulu baru boleh ngomong?’ dari pada tumbuh menjadi epigon-epigon ‘pembebek’ baru, mendingan saya pergi ke sawah saja. Menjadi Pak Tani. Anggaran biaya kuliah saya pindahkan untuk membangun matahari esok pagi dari beribu-ribu lembaran-lembaran kekayaan pikiran ‘orang tua’ kami. Baca lebih lanjut

Fenomena ‘Kegenitan’ Ulama Perkotaan


#BloggerTanahJawa

notedcupu.com

Jam lima sore Harjo keluar dari gedung kantor tempatnya bekerja dengan wajah jengkel. Lengan bajunya ngeluntung sampai siku-siku. Baju kemeja abu-abunya luput dari sentuhan rapi setrika cap jago. Saya tidak tahu sebab-sebabnya. Apakah bentuk pelayanan ekpresinya itu karena ulah berita ‘bad news’ koran sore dari yang dia baca?. Atau-kah, kepala dia terbakar oleh ‘postingan-postingan umup’ di media sosial yang dia santap?. Atau kemungkinan yang terakhir: kepalanya sudah terlanjur di taburi oleh penceramah-penceramah ‘jembut jagung’ abad perkotaan?. Apa yang membuatnya rahangnya mengeras?. Sampai-sampai kepalan tangannya juga ikut mengepal bagai hendak menyikat Abu Jahal. Baca lebih lanjut

Perempuan Yang Menangis di Bawah Ka’bah


#BloggerTanahJawa

notedcupu.com

Selama ini kita di doktrin untuk hidup sukses harus bertahan di ibu kota. Entah rumus itu datang dari mana, kota menjadi ‘juru selamat’ menghidupkan impian besar anak-anak dusun?. Anak-anak sedesaku yang sekolah di kota, hampir semuanya tidak pernah kembali ke desanya.  Sesudah lulus, mereka mengembara ke kota, mendekat kepada pusaran besar jaminan-jaminan hidup yang lebih merdu dari pada suara deru mesin penggiling padi. Pada sore awal bulan Maret, sesudah pulang kerja, tembok kamar menjadi tempat yang paling enak untuk bersandar. Terdengar ada pesan washaap yang masuk. Baca lebih lanjut

Sesobek Catatan dari Desa Untuk Indonesia


#BloggerTanahJawa

notedcupu.com

Menjelang tergelincirnya waktu subuh, datanglah sepasang tamu suami istri yang sungguh tergesa-gesa. Di depan pintu yang sudah terbuka sesudah ayam jantan berkokok itu, tedengar suara ketukan, ‘tok.. tok… tok… tok’ di susul teriakan psikologis ‘kulo nuhun’ berkali kali. Sebagaimana ciri khas seseorang meminta bantuan. Simbok dan Bapak-lah yang kemudian menyongsongnya di depan pintu. Kemudian menyilahkan si tamu itu segera masuk. Simbok segera pergi ke pawon membuat suguhan teh hangat.   Baca lebih lanjut

Novel Baswedan dan Kisah Wali Subuh


 

#BloggerTanahJawa

notedcupu.com

Harjo tidak bisa bersenda gurau. Sebagian tenaganya, ia sisisih kan kepada masing-masing ekpresi kegeraman. Sepanjang jalan menuju ke surau bersama Kiai kenduri, mulutnya diam seribu bahasa. Tidak ada keceriaan di waktu menjelang tergelincirnya matahari. Wajahnya sungguh tidak sedap di pandang. Jika wajah Rosuluwllah terkenal dengan wajahnya yang bassam. Tersenyum ramah. Wajah sebal itu, berada jauh ribuan kilo mater dari wajah ramah, Kanjeng Nabi Muhamad S.A.W Baca lebih lanjut