Sesobek Catatan dari Desa Untuk Indonesia


#BloggerTanahJawa

notedcupu.com

Menjelang tergelincirnya waktu subuh, datanglah sepasang tamu suami istri yang sungguh tergesa-gesa. Di depan pintu yang sudah terbuka sesudah ayam jantan berkokok itu, tedengar suara ketukan, ‘tok.. tok… tok… tok’ di susul teriakan psikologis ‘kulo nuhun’ berkali kali. Sebagaimana ciri khas seseorang meminta bantuan. Simbok dan Bapak-lah yang kemudian menyongsongnya di depan pintu. Kemudian menyilahkan si tamu itu segera masuk. Simbok segera pergi ke pawon membuat suguhan teh hangat.   Baca lebih lanjut

Novel Baswedan dan Kisah Wali Subuh


 

#BloggerTanahJawa

notedcupu.com

Harjo tidak bisa bersenda gurau. Sebagian tenaganya, ia sisisih kan kepada masing-masing ekpresi kegeraman. Sepanjang jalan menuju ke surau bersama Kiai kenduri, mulutnya diam seribu bahasa. Tidak ada keceriaan di waktu menjelang tergelincirnya matahari. Wajahnya sungguh tidak sedap di pandang. Jika wajah Rosuluwllah terkenal dengan wajahnya yang bassam. Tersenyum ramah. Wajah sebal itu, berada jauh ribuan kilo mater dari wajah ramah, Kanjeng Nabi Muhamad S.A.W Baca lebih lanjut

Penjara Syurga Dan Kembalinya Orang Bertato


#BloggerTanahJawa

notedcupu.com

Senja yang baru saja turun ke bumi sore itu menuntun saya menuju lembah petualangan. Orang-orang kota sudah mulai kembali pulang ke peraduanya masing-masing. Jalan-jalan disesaki oleh beruk-beruk tunggangan abad modern. Siapa saja yang pernah hidup di dusun, akan merasakan keringnya kebudayaan jalan kaki memakai sendal jepit. Saya memilih menepi, bersandar pada denyut warung-warung kaki lima. Baca lebih lanjut

Kepolosan Gogor Menjaga Kebudayaan dan Menitipkan Kemanusian dalam Pilkada


#KiaiKenduri

#KiaiKenduri

Saat bingung menentukan sarapan pagi dengan menu apa, soto menjadi makanan yang paling enak untuk santap. Itu yang aku rasakan setelah selesai dengan sendokan terakhir. Di atas meja makan, jika kudapan semakin cepat menyisakan mangkuk-mangkuk kosong, itu artinya, rekomendasi warung makan oleh seseorang di anggap mak-nyus. Gogorlah orang yang paling berjasa, menggiring kami ke warung legendaris soto Lamongan di depan kantor kecamatan pacet. Baca lebih lanjut

Penjara Hidup Dan Kekerdilan Manusia


kiiai-kenduriTamu yang datang ke ndalem-nya bapak pagi itu dari dusun sebelah. Dusun desaku bernama Pinggir. Sedangkan dusun sebelah namanya Sorondolo. Belum siang, waktu masih jam sembilan pagi. Bapak, simbok, dan aku, masih duduk lesehan di atas kursi sofa ruang tamu. Bapak merokok klepas-klepus lalu di susul ngunjuk wedang kopi hitamnya, dan berkata, “Kalau di rumah cuma dua hari… mbok ya ora usah pulang toh, nang. Opo gak, kesel di jalan?” Baca lebih lanjut