Serdadu Di Bawah Bukit


#BloggerTanahJawa

notedcupu.com

Dia masih tetap misterius. Jarang sekali ada yang mengetahui apa tujuannya. Kepulanganya ke desa kali ini tanpa cangkingan kardus bekas berisi oleh-oleh. Di punggungnya gendong tas ransel. Apa yang ada di dalam tas ranselnya tetap menghidupkan tradisi jawa. Rawatlah bungkusnya, perhatikan betul isinya. Kedua tas itu bisa menimbulkan gelombang potensi harapan. Selain dia pulang kepada keluarganya, dia telah lama di tunggu juga, oleh pemilik harapan kaum serdadu di bawah bukit. Baca lebih lanjut

Anak Agraris ‘Nyusu’ Metropolis


#BloggerTanahJawa

notedcupu.com

Kali ini soal pulang. Dari segala penjuru sudut perantauan ada yang telah pulang. Mudik kembali telah di pekerjakan dengan sangat ramai. Lebih dari yang sekedar kasat mata, semua tahu, siapa sesungguhnya orang desa yang sebenarnya. Semua telah pulang. Di desa, tidak ada yang pernah berubah. Orang-orang yang bermukim di dalamnya: tetap menjadi orang kecil. Orang-orang yang biasa. Di antara orang yang telah pulang, satu di antaranya bernama Harjo. Ia bertemu kembali dengan desanya. Tiba di depan gapuro, ia sambut oleh pemandangan klasik, tetangga yang sedang ngentasi  gabah. Baca lebih lanjut

Berdialog Dengan Perdana Mentri


#BloggerTanahJawa

notedcupu.com

Harjo senang berada di tempat baru. Seminggu penuh disana dia melakukan puasa. Puasa fungsinya luas, yang dilakukan Harjo tentu puasa ucapan dan tindakan. Di hadapan’nya berderet wajah-wajah baru yang cukup asing. Untuk mengenal sekian banyak orang baru, dalam satu ruangan, harjo harus puasa. Atau ngempet. Harjo punya dua wajah. Yang satu di pakai untuk diri sendiri. Satunya lagi di pakai untuk orang banyak. Selayaknya, setelah mengenal orang baru, selain berjabat tangan dengan hangat, Harjo juga menambahkan dengan menyunggingkan senyum. Baca lebih lanjut

Darurat ‘Top Of Mind’ Badokan Indonesia


#BloggerTanahJawa

notedcupu.com

Di desa itu jauh dari kata gemerlap. Coba lihat, anak-anak desa yang merantau ke kota itu, sebenarnya sedang study tour. Itu loh, agenda pejabat yang kelakukannya sudah mendekati tokoh pewayangan Sengkuni. Gak cuma para pejabat saja yang bisa wara-wiri. Dalam konotasi yang lain. Memang empat orang anak desa ini, jika sudah berkumpul bisa merepotkan. Apa yang dibahas di luar gedung kampus berlogo Prabu Airlangga itu, topik materinya bisa menghantam siapa saja. Padahal ‘maqqom’nya bukan dosen.., Baca lebih lanjut

Bertamu di Kampung Sendiri


#BloggerTanahJawa

notedcupu.com

Sebagai orang desa, jika ada tamu yang datang ke rumah, sudah selayaknya di sambut dengan senyum tulus anak-anak. Apapun maksud kedatangnnya, menyunggingkan senyum menjadi pemandanan yang wajib di sediakan. Orang-orang desa, kadang grapyaknya memang kebangetan. Rata-rata hati kita tidak tega, jika di atas meja ruang tamu hanya tersedia asbak dan taplak. Dari yang semula tidak ada, menjadi di ada-adakan. Seminim-minimnya, ya kopi atau teh hangat, bersanding dengan pisang goreng. Baca lebih lanjut