Rekam Jejak Mediagenetik Ala Dahlan Iskan

Gayanya mirip “koboi” hobinya pakai sepatu kets dan style bajunya kemeja putih di padu celana kain warna hitam. Ciri itu yang melekat dalam pemandangan keseharian kehidupan menteri BUMN (Badan Usaha Milik Negara) Dahlan Iskan. Sederhana dan tak neko-neko menurut orang jawa bilang. Sosok sederhana ala nyentrik ini yang kian familiar di telinga masyarakat Indonesia, bukan familiar dari kasus korupsi, bukan familiar dari kasus kolusi dan bukan familiar dari kasus gratifikasi. Melainkan familiar dari aksi yang tak pernah basa-basi terjun langsung tanpa pakai dasi, membuat gebrakan disana-sini. Membikin prestasi untuk perbaikan  ibu pertiwi. Dan mampu ngemong rakyat dengan cara mengabdi.

Recovery Pers

Namanya kian mendengung ketika rentetan aksinya membuat public tercengang, aksi nylenehnya mulai dari menaiki ojek ke istana bogor untuk mengikuti rapat kabinet  pada Jumat pagi, 23 Desember 2011.  Sampai membuka pitu tol arah slipi lantaran macet, pasalnya antrian di tol tersebut sangat panjang tetapi loket yang dibuka hanya dua dari empat pintu padahal menurutnya bertentangan dengan instruksinya yang minta antrian paling panjang lima mobil (20/3/2012). Kemudian gebrakanya  di tubuh BUMN yang dengan  cepat menyatakan melakukan pemangkasan senilai Rp 31,4 untuk angaran rapat dan perjalanan dinas (28/3/2012).

Aksinya nyelenehnya itu yang kini menjadi perhatian publik dan memang ini pemandangan yang sangat langka, makannya itu saking langkanya,  seketika di “hembus” media, masyarakat langsung mengapresiasi. Lagi pula  ini kejadian yang unik dan menggelitik di tengah-tengah pesimisme masyaraat akan kemajuan negeri ini yang selalu di suguhkan dengan berita-berita korupsi. Ini beda dengan perilaku pejabat yang lain. Logika jernih negera ini akan beradab dan bermartabat kalau para pejabatnya nyeleneh seperti ini. Berbaur dengan rakyat membuka hati tanpa alergi pada demokrasi.

 

Fase-fase hal-hal seperti itu yang membuat media selalu “mengekor”. Menjadikan target dalam bidikan lensa jurnalistik. Jadi seolah-olah media yang selelau membuntuti, tak pelak reting pun naik tajam dengan fase-fase mediagenetik ala Dahlan Iskan.

 

Kalau menelisik ke belakang Dahlan Iskan bak magnet, maganet media jurnlistik. Setiap geraknya selalu di hembus media. Terang saja, sosok pria kelahiran Magetan ini karirnya di mulai dari awak media sebagai wartawan. Tahun  1975 startnya sebagaai pencari warta di salah satu surat kabar kecil di Samarinda, setelah itu “hijrah” ke majalah Tempo selama enam tahun. Marang melintang di media membuat pria kelahiran 17 Agustus 1951 ini pada tahun 1982 di angkat menjadi CEO Jawa Pos. Perusahaan yang bermarkas di kota pahlawan Surabaya. Dari situlah medigenetik melekat pada menteri BUMN Dahlan Iskan ini.

 

Salam boediinstitute@boedipanggul

Iklan

Monggo pinarak?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s