Andai Aku Menjadi Ketua KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di usianya yang kian menua, kiprahmu sebagai ‘’Pemeran Utama’’ dalam pemberantasan korupsi menjadi nadi di negeri ini. Sekitar,  sudah 9 tahun usiamu kini, peran utamamu  di negeri ini memburu koruptor. Berganti periode, berganti pempimpin, jam terbangmu semakin tinggi.

Nyalimu untuk memberantas koruptor menjadi kepentingan demi tegaknya merah putih di negeri ini, kini penjajahan setelah era zaman kemerdekaan adalah koruptor. Dan koruptor adalah bentuk penjajahan negeri ini, menggerogoti uang negara, dan pada akhinya  merenggut kesejahteraan umum. Koruptor melawan konstitusi yang  tertera dalam isi pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 Republik Indonesia.

 Korupsi di negeri ini seperti tidak ada habisnya, masyarakat selalu di suguhi berita korupsi tiada henti, seakan-akan muncul rasa pesimisme di kalangan masyarakat. Jangan sampai rasa pesimisme itu kian larut di negeri ini, seakkan-akan bangsa ini sudah tidak punya harapan lagi untuk maju dan bebas dari korupsi. Muncul berbagai polemik, apakah hukum yang harus di benahi?. Tentunya nurani jernih saya mengatakan demikian, jika saya menjadi ketua KPK, maka yang saya lakukan, adalah sebagai berikut.

Terobosan Yang Saya Akan Lakukan

  • Jika saya menjadi ketua KPK, saya akan menindak lanjuti semua temuan BPK terkait adanya penyimpangan tindak pidana korupsi, dan harus secara tepat dan cepat. Sesuai data yang sudah ada. Kemudian saya akan melakukan kordinasi secara cepat. Langsung cekal, terhadap para terindikasi tajam terlibat tindah pidana korupsi dari temuan hasil laporan BPK agar tidak kabur ke-luar negeri. Belajar dari kasus-kasus sebelumnya, dari kasus BLBI, Nunun, Nazarudin, Gayus Tambunan, dan lain-lain. Sehingga anggaran KPK tidak terlalu membengkak untuk memburu koruptor yang kabur ke luar negeri.
  • Koruptor itu Memiskinkan rakyat Indonesia, maka sebaliknya, jika saya menjadi ketua KPK. Hukum harus memiskinkan koruptor, lalu berikan hukuman se-umur hidup. Uang yang di korupsi akan di kembalikan ke negara sesuai yang di perkarakan, kemudian dengan cara memiskinan koruptor itu tadi, sitah semua harta kekayaanya. Jadi untuk keluarga yang di tinggalkan biar menimpa kesanak family-nya.
  • Jika saya menjadi ketua KPK, dari harta yang di sitah itu tadi, buatkan gedung untuk tempat penjara koruptor. Sekaligus di bikinkan musem untuk koruptor. Jadi musem dan penjara itu tadi tergabung dalam satu gedung. Sehingga prestasi KPK dapat di lihat dari apa yang ada dalam museum itu tadi. Yang pada akhirnya dapat di gunakan untuk keperluan pusat kajian anti korupsi. Dan tempat berkunjung untuk para pelajar. Musem beserta ruang penjaranya untuk koruptor itu tadi di bangun di Jakarta, jadi meskipun kasus korupsinya di luar Jakata tapi tetap terpusat di Jakarta.
  • Jika saya menjadi ketua KPK, saya akan memberikan penghargaan kepada masyarakat yang bersedia melapor ke KPK terkait adanya indikasi tindak Pidana Kourpsi. Tentunya, pemberian penghargaan di berikan ketika laporannya di tindkak lanjuti, dan ada data. Dengan memberikan rangsangan seperti ini nantinya, masyarakat akan lebih di libatkan  dan berperan aktif dalam terwujudnya Indonesia yang bebas dari korupsi.

Selengkapnya baca di http://lombablogkpk.tempo.co/index/tanggal/812/budi%20Santoso.html

Iklan

Monggo pinarak?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s