Masuk Pantai Gratis

Cakep Ini Pintu masuk @NotedCupu

Cakep Ini Pintu masuk @NotedCupu

Kalau lagi musim liburan begini enaknya ke pantai, berendem di air, main gundukan pasir. Kejar-kejaran sama cumi-cumi, asal gak main kejar-kejaran sama bencong aja sih. Setiap gue liburan gitu, gak pernah gue liburan ke luar kota, puji Tuhan, gue bersyukur banget, di kampung halaman gue aja, pantai banyak banget. Tinggal pilih, ada pantai yang masuk-nya kudu bayar ada pantai yang masuknya gratisan. Gue sebagai predikat anak kost-kosan yang mengutamakan azaz kehematan, pilihan gue jatuh ke pantai yang masuknya gratisan. Sebut aja pantainya, pantai konang. Setiap gue ke pantai konang ini, gue selalu beli es degan di warung- mbok minah, di warung itu gue habis 2 gelas–es, sama semangkok mie rebus.

Mie Rebus Karya Mboh Minah--- *Usapin Iler* @NotedCupu

Mie Rebus Karya Mboh Minah— *Usapin Iler* @NotedCupu

Habisnya dari pagi gue belum makan. Sebenernya gue mau minta gratisan, kan beli 2, barang kali di suruh bayar satu, kan lumayan uang dua ribuan masuk kantong, tapi gue takut, boro-boro minta gratisan, bisa—bisa gue di lemparin kompor sama ini yang punya  warung.

Lagian mbok- minah yang jualan ini, badannya kekar gitu, serem pokoknya. Ototnya gede-gede. Kayak aderai, mungkin keseringan tiap hari manjat pohon kelapa kali ya, kan jualanya es degan.

*Es degan Perawan* langsung dari Pohonya. @NotedCupu

*Es degan Perawan* langsung dari Pohonya. @NotedCupu

Di pantai itu gue cuman foto-foto doang, ia barusan gue beli camera gitu sih, lumayan juga sudah DLSR. Di lain sisi gue pengen suasana beda. Gue pengen foto-foto yang objeknya alam, lha biasanya kalau malam, di Surabaya, gue sama pak kamtip nguber-nguber bencong yang lagi mangkal, yang di tertipin gitu, supaya kembali ke jalan yang benar, di benerin dari yang mulai pakek rok mini pakek sarung, dari yang mulai beli bedaknya kiloan beli bedak eceran, dari yang mulai beli lisptiknya meteran beli yang agak pendek, centi meteran.

Kemarin itu, gue gak sendirian, ada temen gue si Pidho yang juga ikut hunting bareng. Pidho itu sohib gue semenjak kita SMA dulu. Tiap gue pulang, pasti dia juga ikutan pulang. Kemana-mana selalu berdua. Semoga orang-orang di rumah gak naruh curiga, kalau kita gak ada hubungan apa-apa. Tahu kan maksud gue…Nah itu?. Pikir aja sendiri. Asli gue laki.
Di sore itu, di pinggir pantai gue lebih banyak yang jadi fotografer ketinbang jadi modelnya. Gua juga masih latihan juga, dan si Pidho gue jadi’in bahan model gue, ya di buat ‘mall praktek’ gitu, lagian kalau gambarnya jelek gak di marahin. Beda kalau udah ngebayar mahal, terus hasilnya jelek, bisa-bisa itu camera mendarat di bibir. Tapi kalau gue di lemparin camera mau juga sih, langsung aja gue bawa kabur, gue kiloin lumayan dapet duwit.

Ya ada juga sih foto gue, cuman beberapa aja, bijian, masih bisa di hitung dengan jari. Gue takutnya kalau foto gue serius dan hasil jepretanya jujur: alias ganteng, gue gak bisa jadi play — boy. Kalau fotonya si Pidho mah, puluhan sampek ratusan. Meskipun banyak, gayanya semua sama, itu-itu aja, antara model dan fotografer-nya masih sama-sama bego.

Fotografer Bego: @NotedCupu

Iklan

2 thoughts on “Masuk Pantai Gratis

Monggo pinarak?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s