Mau Traveling Pakai Motor, Perhatikan Ini

Penampakan Motor Honda  CB150R Streetfire

Penampakan Motor Honda CB150R Streetfire

Di Surabaya, beberapa tahun belakangan ini, banyak di temui taman – taman kota. Surabaya yang terkenal dengan kota bersuhu panas sudah bisa ditepis. Di setiap gue menyusuri jalanan ibu kota ini, hanya untuk sekedar jalan – jalan, sekarang sudah banyak ditemui ruas – ruas jalan yang ditanami pepohonan. Dibeberapa sudut kota, juga sudah mulai rindang dan sejuk. Memang belum merata, namun yang pasti usaha untuk menjadi kota yang ramah lingkungan dari pemerintah setempat, patut kita apresiasi.

Gue, sebagai Mahasiswa ‘Imigran’ yang numpang berburu ilmu di Surabaya. Aktifitas gue kemana-mana selalu menggunakan motor. Termasuk ngampus sekalipun. Meskipun gue kemana – mana selalu menaiki motor, dan sudah hafal banget jalanan  Surabaya, tapi nggak sedikit pun gue punya niatan kuliah sambil ngojek. Buat gue, motor adalah alat transportasi paling ampuh bagi Mahasisiwa ‘Imigran’. Karena apa? Sebab begitu menemui kemacetan dipagi buta, gue bakal lebih sampai ketujuan dari pada mereka para pengguna roda empat.

Hampir genap tiga tahun hubungan gue dengan motor terjalin sangat harmonis. Saking harmonisnya, sudah ngelebihi pacar,  yang setia setiap saat. Kemana – mana selalu berdua dengan motor  kesayangan. Kecuali kalau lagi mogok kehabisan bensin, gue bakal ngebentak, sambil menendang knalpotnya. #MotorSialan.

Baik, dalam postingan kali ini, gue bakalan berbagi pengalaman gue seputar traveling dengan menaiki besi tua. Disini gue akan ngebahas, pengalaman seputar perjalanan berkendara pada waktu traveling. Karna gue Mahasiswa ‘Imigran’ yang cinta banget sama kampung halaman. Rute traveling gue umunya hanya melintasi kota, Trenggalek sampai Surabaya, begitu pun sebaliknya. Dari Surabaya menuju kampung halaman, Trenggalek.

Kali ini, kebetulan menjelang libur semester, pasti banyak dari kalian yang lagi pada libur dan tentunya asyik menikmati traveling. Dimana musim traveling dengan motor telah tiba.  Jalanan bakal disesaki, arus lalu lintas yang amat ramai. Hm…pesan gue sih, berhati – hatilah kawan. Biar pun sudah berhati – hati, tapi waspadalah, raja jalanan setiap saat bisa mengancam kalian dimana saja. Terkadang meskipun kita sudah hatihati, tapi pengendara lain yang bikin kita dalam keadaan bahaya. Gue akan berbagi cerita soal hal – hal yang bisa membahayakan saat berkendara, khususnya roda-dua. Dalam cerita kali ini, gue akan jabarin narasinya sesuai apa yang sudah gue alamin sendiri. Jadi ini bener – bener nyata, murni apa yang gue alamin di jalanan. Dan ingat, jangan pernah mempraktek-kan, kecuali nyawa bisa dibeli di Warteg.

 1.     Ngantuk

Kantuk itu memang nikmat kalau sesuai tempatnya (dibaca: kasur). Tapi ngantuk, bisa berujung mala petaka pada saat, dalam situasi berkendara atau traveling. Ketika, rasa ngantuk menyerang, kelopak mata seakan – akan memaksa menutup pengglihatan. Hal inilah yang mengganggu konsentrasi dalam berkendara.

Pernah beberapa bulan yang lalu, ketika gue lagi ada tugas liputan ke kampung halaman, bareng sama ketua redaksi kantor di tempat Media gue belajar menulis. Singkat ceritanya, pas lagi enak – enakan nyetir, ditenggah jalan tiba-tiba gue sering mengalami angop. Hoaaamsss! Beberapa menit kemudian rasa ngantuk itu pun mulai menyelinap. Nah, lama kelamaan angop tersebut, berubah menjadi rasa ngantuk yang begitu hebatnya dan mengaburkan pandangan gue.

Karena gue nyetir sambil merem melek, dengan setengah nggak sadar di jalanan raya itu, tiba-tiba motor gue udah berada ditengah jalan. Padahal pengemudi seharusnya selalu mengambil jalur kiri. Seketika itu, terdengar klakson bus dari belakang, yang siap menghantam. TUT… TUT.. TUT …!! Mendengar klakson yang begitu keras nun kencang, gue yang setengah tertidur sambil nyetir itu pun terkaget. Pak Biro, yang berada dibelakang  gue, dengan cepat menepuk pundak gue, lalu bilang, “CUPU… MINGGIR… CUPU!”

Seketika itu, gue langsung banting setir ke jalur kiri. Dan menepi. Syukur deh, kita pun selamat. Ya ampun, hampir saja bokong gue dicium sama bemper bus. Untungnya, kawan gue, Pak Biro dengan sigap menepuk pundak  gue sebagai sinyal tanda mara bahaya.

Hah… lega!. Berutung sekali gue, bisa napas saat ini dan berbagi cerita dalam blogg #NotedCupu edisi minggu ini.

Dari kejadian ini gue tahu, ternyata mengantuk yang identik dengan pembawa nikmat itu, bisa berujung menjadi pembawa mala petaka. Dan jalan satu – satunya ketika ngantuk, saat treveling adalah dengan segera kembali kejalan yang benar. Jalan yang benar itu,  dimana mengantuk dipersilahkan untuk diperistirahatkan sejenak. Nah, pada waktu traveling, kita tidak mungkin membawa kasur, bukan?. Mungkin dengan numpang tidur di Pom bensin, sekitar 30 menit badan akan kembali segar dan bebas ngantuk. Ingat, tiap POM BENSIN PERTAMINA MEMILIKI REST AREA LO.!

2.     Jalan Berlubang

Selain faktor manusia itu sendiri, jalan menjadi penentu garis takdir umat manusia di jalanan.  Bayangin aja, nggak bisa menghindari lubang saat di jalan raya, bisa – bisa motor kita terpelanting, dan… hm…  kemudian nyungsep ke sawah. Jalan sebagai infrastruktur vital, belakangan ini menjadi korban poligami oknum pemerintah alias kurang mendapat perhatian secar serius. Selain itu, uang proyek pembangunan infrastruktur, menjadi dana bancak’an buat disunat ramai – ramai (dibaca: Korupsi), belum lagi ABPN negeri ini yang ngos – ngosan terlalu boros untuk belanja pegawai negara. Apa lagi belanja gaji pegawai negeri yang nilainya amat fantastis. Ger…..! *Pasang Tanduk dikepala*

Jalan yang gue lalui untuk pulang kampung saja pun, masih banyak gue temuin lubang disana – sini. Jalan bolong inilah, yang memicu angka kecelakaan dijalan raya kian merangkak naik. Padahal dari kecelakaan ini bisa menimbulkan korban. Mulai dari korban jiwa, patah kaki, kepala benjot bahkan ada yang sampai celananya bolong dicium aspal.

Gue yang sudah cukup malang – melintang didunia traveling roda-dua, akhirnya kudu mikir keras. Minimal bagaimana caranya pantat gue nggak nyentuh aspal karna harus menghindari jalan yang bolong. Caranya, simpel aja sebenarnya, pada waktu traveling rem depan dan belakang kudu dalam keadaan waras (dibaca: berfungsi). Pandangan pada waktu nyetir kudu fokus kedepan, ya masak kalau ada lubang diterjang gitu aja? Nggak kan?. Nah, kurangi kecepatan, lalu injek rem, baru belok-kan setir untuk menghindari lubang segede udel pinguin. Untuk mengatasi medan seperti itu, tetunya rem depan harus menggunakan model cakram hidrolik dengan piston ganda dan belakang cukup dengan cakram hidrolik dengan piston tunggal.

Berikutnya, untuk menghindari model jalanan berlubang seperti diatas, kita juga butuh motor yang lincah, dan canggih  yang mampu menghasilkan akselerasi tinggi sehingga kestabilan tetap terjaga. Motor jenis apakah itu?.

3.     Patuhi Lantas!.

Terkadang ada sebagian pemakai roda dua, menorobos rambu – rambu lalu – lintas, seperti lampu  merah. Menurut mereka mungkin, menerobos lalmu merah merupakan cara ampuh untuk mempersingkat jarak tempuh. Namun, jangan percaya begitu aja deh, ini adalah modus paling banyak diguanakan untuk melanggar lalu lintas.  Kalo memang ingin mempersingkat jarak tempuh, yaa… lewati jalan alternatif dong.

Dengan menerobos lampu merah, secara tidak langsung kita telah mengajarkan pengendara disekitar kita, untuk ikutan melanggar peraturan ramai – ramai. Nggak boleh melanggar ya, nanti ketemu Pak Polisi bisa ditilang lo. Sebagai duta jalan raya yang udah mendapatkan gelar adipura,  gue harus mempromosikan cara berkendara dengan benar dan tepat. Padahal, justru ngelanggar lampu merah inilah, awal mulanya terlahir sebuah malapetaka. Menerobos lampu merah adalah sama halnya, merampas hak pengendara orang lain untuk jalan.

Melanggar hak orang lain dengan sengaja di jalan, adalah ciri – ciri orang tersebut bermental korupsi lo. Buntutnya, resiko paling ekstrim adalah kecelakaan, dan resiko paling ringan adalah mendapat sanksi sosial dari pengguna jalan lain. Sanksi sosial ini bisa teguran seperti ini,  “LAMPU MERAH BEGO… CuiiiH!.

Sebagai warga negara Indonesia yang advance, yang memajukan satu sama lain dan saling mencerdaskan. Tentunya, yang cinta terhadap kemajuan bangsanya jangan sampai deh, kelakuan kalian menerobos lampu merah membuat mundur bangsa ini. Cerminan negara maju, dapat dilihat dari kelakuan manusia yang ada didalamnya. Termasuk kelakuan kita saat berada di jalan raya. Karna lampu merah adalah bentuk peraturan untuk mengajarkan kedisiplinan kepada masyarakat.

 4.     Kantong Berlubang.

Sebenarnya, point nomer empat ini sama halnya, dengan point nomer dua. Cuma, kalau dipoin nomer empat ini efeknya bisa parah banget. Parahnya itu, bisa menyebabkan mata mendelik, jantung gemetaran, lalu keluar keringat dingin.  Yap, yang gue maksud adalah,  penyakit was – was!. Bukan sejenis penyakit masuk angin, akibat mabok darat kok. Emm… tapi, kantong berlubang adalah dimana pada saat traveling, hanya membawa uang bensin se-adanya, dan beberapa lembar uang saku. Pokoknya jatahnya, ngepres banget. Biasanya kejadian ini sering dialami Mahasiswa ‘Imigran’ seperti gue  yang ngandalin pemasukan uang kas hanya ngejual buku bekas.

Ujung-ujungnya kalo uang saku pas – pasan, kemungkinan resiko yang tak terduga bakal menyelinap, seperti kalo kena ban bocor, bisa – bisa menggali rupiah dari perempatan jalan raya. Disaat seperti inilah, kita butuh kendaraan roda-dua yang irit   bahan bakar. Lalu pertanyaanya, motor jenis apa yang bisa irit penggunaan bahan bakar?.

Dan kalau sudah terjebak dengan situasi kehabisan uang saku pada saat traveling, yang bisa kita lakuin adalah mengambil helm lalu ketok – ketok dengan kunci motor, sebagai alat musik, kemudian alunkan sebuah lagu di perempatan jalan, “AKU TAK MAU, KALO AKU DI MADU…… DU….. DU… du… du…..,”. Nah, dengan cara inilah kita bisa mendulang rupiah utuk tambahan uang saku pada waktu traveling.

******

Nah, cukup dulu berbagi pengalaman seputar traveling di jalan raya barengan gue.

Untuk menjawab pertanyaan – pertanyaan besar yang ada diatas dalam artikel @NotedCupu edisi minggu ini. Kita butuh motor yang irit dalam penggunaan bahan bakar, sekaligus lincah dan canggih dalam menaklukkan berbagai medan. Motor apakah itu?

Motor Honda CB150R Streetfire sebagai jawabanya.

Penampakan Motor Honda CB150R Streetfire

Penampakan Motor Honda CB150R Streetfire

Motor Honda ini di desain dengan sangat cerdas, menawarkan berbagai fitur yang siap mencerdaskan pemakainya lewat kemajuan teknologinya. Dengan mesin 150cc-nya, dan tangki pada motor honda ini berkapasitas lima liter bahan bakar. Nah, ini jenis motor yang cocok banget untuk Mahasiswa ‘Imigran seperti gue, yang suka traveling. Apa lagi, dalam motor ini dilengkapi dengan pendingin radiotor dengan kipas elektrik otomatis. Tuh, canggih bukan?.

Dengan demikian, Motor Honda CB150R  Streetfire yang cerdas ini, mampu menghasilkan pemakainya yang cerdas pula. Sebagai pelopor motor cerdas. Hal ini secara filosofi membawa sebuah pesan, mengajarkan para pemakainya untuk cerdas dalam berkendara di jalan raya dan sebagai kampanye untuk patuh terhadap rambu-rambu lalu lintas.

Cerdas Motornya, Cerdas Pemakainya!.

******

Sekian dulu dari gue, kali ini. Semoga bermanfaat untuk temen-temen yang lagi rencanain traveling  menggunakan roda-dua. Titi DJ jualan roti, yey.. Hati – hati!. Buat teman-teman yang punya pengalaman pada waktu traveling, menaiki motor bisa di share di Komen Box’s

Twitter: Boedi.S. Totoraharjo ‏@NotedCupu

Facebook:Budi Santoso Totoraharjo

Iklan

27 thoughts on “Mau Traveling Pakai Motor, Perhatikan Ini

  1. aldine berkata:

    that’s right..
    poin-poin diatas itu memang bener bgt. apa lg musim liburan semester kaya gini nih, pasti banyak yg pulang kampung halaman para mahasiswa perantau spt saya ini. 😀

  2. Andik berkata:

    elo pasti sering ngalamin yg poin nomr 4 😀 hahahaaa
    tp bener bro, gue pake motor honda emang irit bangettt. nggak nyesel pokok’e!!
    sukses bro ya! karyanya keren keren

Monggo pinarak?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s