Sepotong Cinta di Tengah Kenangan

memoryJika ada pepatah yang bilang, “Karya yang legendaris nggak di buat dari perjalanan yang biasa-biasa aja”.  Maka untuk urusan cinta gue akan sedikit merombaknya menjadi, “Cinta yang kokoh bermula dari perjalanan yang terjal dan penuh cerita’ Kisah cintanya mbak Romeo dan kang mas Juliet iki sebenernya bisa di bilang terjal banget lo. Tapi justru terjalnya hubungan itu, membuat sepasang dua sejoli ini akhirnya kukuh di puncak klasemen meskipun masalah model kayak apa pun menderanya. Malah kenyataanya dua sejoli ini tetap berkibar, walaupun pada akhirnya…. Harus mati bersama nyemplung sumur.
Banyak hubungan yang kandas di tengah jalan gara-gara dua pasang sejoli nggak betah di uji oleh masalah. Masalah dalam percintaan itu modelnya banyak banget, dari mulai kasus tingkat umum seperti cemburu, sampai kasus penghianatan yang sering kita sebut dengan nama perselingkuhan, hingga sampai yang ringan, seperti, bersitegang dengan pacar gara-gara egoisme di antara kedua belah pihak yan berlebihan.
Perselisihan dalam hubungan percintaan itu sebenarnya bumbu. Iya, peranya sebagai penyedap rasa. Namun kalo bumbunya kebanyakan, ya masakanya kan jadi sengak. Kadar kewajaran dalam perselihan juga harus di ukur. Nggak mungkin to, dalam sehari marahan sama pacar sampai 3 kali. Lha ini, pacar apa bodreksin?. Lalu pasnya gimana Cupu?. Kalo tak piker-pikir sih, masih tahap sedang. Ora kurang, ora lebih. Begitu!.
Ujung dari perselisihan yang di selimuti dengan marah-marahan ya sakit hati. Sakit hati itulah sejenis kendaraan yang membawa hubungan menjadi putus, kemudian patah hati. Nah, mumpung belum sampai putus nih ya….
Gampangnya, kalo pas lagi marahan sama pacar, inget dulu susahnya pas awal-awal ngeburu kontak nomer telfonnya, pin bbmnya, lalu prosesPDKT-nya. Inget kan, ketika awal-awal PDKT-an, begitu terjadi perselisihan marahanya bentar banget. Kalo dari pihak cowok yang salah, si cowoknya bakalan cepet-cepet minta maaf.  
Ya, begitulah makna cinta. Selalu ada cara untuk merawat hubungan….
Selain dijaga oleh kenangan. Di benteng terakhir masih ada lagi yang suka ngingetin.. ‘Bagi sebagian orang cinta itu tuli, peringatan dari sahabat-sahabatnya di abaikan, lalu ujung-ujungnya patah hati,’ itu kata @Radiyadika lewat akun twitternya.  
Cinta bekerja sebenarnya melalui peristiwa lo. Siapa yang paling banyak membuat kenangan, itu yang akan menang. Resikonya bertahan samai simbah-embah (kakek-nenek), disitu bangunan kuat bernama kebersamaan akan  solid.
Kalo gue membikin kenangan bareng pacar ya harus berkesan. Biar nggak gampang di lupain.  Kalo berkesan kan jadi cerita yang nggak ngeboseni untuk slalu di bahas.
Membuat kenangan yang unik juga harus berbeda, lain dari pada yang lain. Kalo umumnya pacaran anak muda makan di restoran kenamaan dan megah, bahkan sering jalan-jalan ke mall. Kalo gue sih beda, gue lebih suka ngajakin pacar makan ke warung kaki lima terus pesen  sambel penyetan lele goreng. Terus di makan bareng sampe puas. Walhasil, besok paginya pun mencret bareng-bareng…
Kalo jalan-jalanya sih, ke mall jarang juga. Lebih suka jalan-jalan ke pemandangan alam terbuka, menghirup udara bebas. Terus, kentut bareng-bareng lalu ketawa cekikan bersama-sama.
Ntar kalo ada yang nanya, tadi jalan-jalan kemana sama pacar? Iya, gue jawab enakan ke taman, nyari udara segar… biar paru-paru sehat juga. Gue maunya, pas tua nanti bisa menikmati hidup bareng pasangan tanpa ada pemandangan obat di samping tempat tidur. Sehat atau nggaknya pas kita tua nanti kan di tentuin dari waktu masa mudanya.
Eny-way…ngebangun kenangan itu banyak caranya loh. Tergatung tempatnya, apa lagi, lain tempat lain cerita, lain kenanganya juga.
Misal nih gue kan LDR….. Yang bikin kenangan tambah nancep itu, sewaktu  nganterin pacar balik ke malang. Dalam perjalanan menuju ke terminal, di tengah jalan kita di hadang hujan lebat. Badai petir nyampar–nyandung menumbangkan pohon-pohon di pinggir jalan. Layaknya bermain dalam film…. Gue yang masih sanggup bertahan di jalan raya, yang lain pada nyerah lalu golek iyup-iyupan. Iya, karena mereka pada nggak pakek jas hujan.
 
Nah inilah moment yang pas membuat kenangan untuk jadi bahan cerita… kemudian, jas hujan satu di pakai kita berdua. Dalam perjalanan itu, gue nakutin-nauktin pacar dengan bilang, “Awas—awas motornya mau mogok, ntar kalo mgok kamu yang ndorong motorya…lo’!. Lalu kemudian, pacar hanya bisa ngejawab dengan tertawanya yang renyah…. “Huh…. Emoh—emoh” jawabnya, sambil memukul-mukul pundak-ku.
Setelah itu, kita pun ketawa bareng…. Bersamaan dengan derasnya air hujan. Tapi sialnya, pacar pun jadi kena masuk angin setelah setibanya di malang.
Beda tempat beda pula ceritanya. Kenangan pada dasarnya adalah rentetan peristiwa yang di bangun secara bermakna. Orang yang lihai membuat kenangan dengan cerdik, biasanya orang semacam ini romantis. Maka kembali ke soal polemik pada sebuah hubungan. Kalo, pas lagi marahan sama pacar… inget pas moment-monet hujan-hujanan bareng…Yang LDR-an….  inget pas… susahnya buat ketemuan.
Kita tak perlu repor-repot di pusingkan, gara-gara perselisihan antara ego masing-masing. Orang-orang yang suka membuat pacarnya berkesan, ia akan lebih gampang menjinak’kan hati perempuan. Bahkan, ketika ngambek sekalipun.
################
Ujung dari tulisan ini, artikel ini gue dedikasikan untuk orang-orang yang suka membuat pacarnya (pasanganya) selalu tertawa dalam ke ada’an apa pun. Termasuk pacar gue. Terimakasih untuk pacar gue yang ada di Malang sono, yang saat ini masih semester dua di kampus Universitas Negeri Malang jurusan PGSD. Terimakasih, @Aldinenine sampai saat ini kamu nggak bisa jawab, kenapa kamu bisa cinta sama gue. Tak terasa kita sudah satu tahun lebih. Nggak kerasa ya?. Maaf ya, anniversary kemarin kita nggak ketemu. Maklum gue sedang bokek. Kamu juga lagi bokek. Kalo nggak ketemu kan, kangenya tambah numpuk.

 

Ya sudah sampai sini dulu.

Budi Santoso Totoraharjo.

Iklan

14 thoughts on “Sepotong Cinta di Tengah Kenangan

  1. lazione budy berkata:

    haha.., betul!
    perjuangan mendapatkan cintanya. Selalu saja kalau lagi berantem saya inget perjuangan itu, jadinya rukun lagi.
    Masalah membuat kita kuat.
    Waktu akan mendewasakannya.
    (pengalaman pribadi)

Monggo pinarak?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s