Witing Tresno Jalaran Soko Kulino

Travelers cilik_cilikan nek selekta

Travelers cilik_cilikan nek selekta

Selamat pagi hunyi, sebelum membaca surat ini, biarkan selimut kain warna hijau muda itu melingkari tubuhmu lalu mengusir dinginnya kota di pucuk perbukitan itu, Malang.Beruntung sekali, seharin penuh kemarin aku bisa menggandeng tanganmu. Lalu melihat senyum dan tangismu pecah berserakan di antara sela-sela waktu. Siang dan malam. “Seneng, walau pun kadang bikin band mood, makasih mas budi,” katamu, melipir di risend update selulermu.

Ah, kenapa harus melipir. Ndak berbisik langsung di dekat telingaku. Biar aku langsung reflek, mengangatmu ke udara, lalu menangkapmu kembali, seperti di film layar lebar. Perempuan memang suka kasih bahasa isyarat. Meski beberapa waktu lalu kita sempat berselisih. Kita sejatinya, sama-sama pelengkap untuk saling membahagiakaan.

Hunyi, di balik senyummu yang mekar itu, aku kejatuhan berkah karna bisa melihat wajah manismu yang beberapa waktu hilang di telan egoisan. Lalu aku cubit, pipi bakpaumu. Gemes. “Jangan di cubitin terus, entar tambah gede lo Mas,” guraumu.

Dan kemudian aku ndak mengindahkan.
Hunyi, Aku suka tentang pemandangan alam, aku juga suka hal yang berbau dengan seni.  Cinta itu identik dengan pemandangan yang cantik, dan cantik itu tawamu yang membekas di ingatanku. Hingga membeku bersama memori.

Seni? Bagiku, serpihan air matamu di depan bioskop, di atas film “Tenggelamnya Kapal Van Der Wick” itu seni. Dengan manik-manik air matamu, sisi lemah lembutmu, nampak keluar dengan wujud aslinya. Kamu, makluk dengan sepotong hati yang lembut.

Beruntung, ternyata kita kemarin melewati dua hal itu. Ndak nyangka loh. Ada banyak, peristiwa yang menyenangkan, ndak ketinggalan peristiwa yang bercucuran dengan air mata.
Senang, sewaktu Kau bisa tertawa lepas di kala aku kedinginan sehabis nyebur di kolam pemandiaan. Dengan kedalaman 3 Meter, dan kolam air yang nyaris beku.

Saat ke dua gigi atas dan bawah ku, berderit,  kamu ketawa kepingkel-pingkel. Lalu, akhirnya, kita melebur bersama, membentuk ikatan kebahagiaan. Mungkin ini bentuk peristiwa yang harus aku tebus, karna beberapa waktu yang lalu, aku merenggut tawamu dari kehidpanmu.

Hunyi, masih terasa hangat sifat ke ibuaanmu. Olesan minyak kayu putihmu, mampu mengusir masuk angin yang hinggap di tubuhku. Di saat malam yang dingin seperti ini : masih hangat ku rasakan sentuhan lembut jari-jemarimu mengusap-usap permukaan perutku. Lalu pindah ke telapak tanganku.

Terkadang kita di satukan dengan peristiwa yang ndak terduga. Ketika kita bersama, kesempatan untuk saling menguatkaan itu benar-benar ada. Seperti itulah cinta bekerja, perasaan sayang akan muncul ke permukaan apa bila di antara kita ada yang tegolek.

Hunyi ku, nampaknya sayatan sembab yang sempat membuat hatimu terbaring lemah, perlahan-lahan mulai pulih seperti semula.

Karna terbentur jarak,  mungkin aku ndak senantiasa berada di hadapanmu. Melalaui goresan  tangan yang ku tulis malam ini, aku bicara.  Lewat surat ini, aku rajut ikatan kisah cinta ini. Biarkan aku menuliskan kata tentang kita dan segala pernak-perniknya.

Kita akan slalu menua. Ingatan perlahan akan runtuh, hanya goresan tangan sepereti ini yang bekerja melawan mesin waktu.

Dan, saat tua nanti, di waktu rambut kita saling memutih, sehabis menjagamu ketika waktu tengah malam tiba, izinkan aku membentangkan selimut untukmu. Menghangatkanmu secara alami. Lalu aku kecup keningmu dan berkata: “Aku bahagia, mengarungi hidup bersamamu, Aldine Paramita Alba,”.

Hingga saatnya tiba nanti, kita bersama terbaring di atas ranjang kapuk yang empuk. Lalu, malaikat-malaikat bersayap akan turun memisahkan kita untuk sementara waktu : dan kita akan bertemu di alam selanjutnya.
… kelak bahagia selamanya, Hun. Dan Hunyi

Dari hun (Budi Santoso) untuk hunyi (Aldine Paramita Alba) pendamping setia perjalananku.
Surabaya, 23 September 2014. Pukul 02. 00 WIB.
ttd.
Budi Santoso
Iklan

2 thoughts on “Witing Tresno Jalaran Soko Kulino

Ngecuprus?. Boleh. Untuk pempermudah kolom komentar, langsung aja klik logo akun media sosial di pojok kanan bawah, biar gue bisa ngelihat siapa aja yang nyimak notedcupu gue. Semuanya akan gue baca kok, terserah mau komen apa, gak tatakrama bakal gue hapus. Matur Nuhun.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s