Laki-Laki Kambing Bandot

Cara memperlakukan wanita, agar dia menjelma menjadi manusia yang lembut, majakanlah dia dengan mengelus-ngelus rambut poninya. Kalo dia tomboi, manjakan dia dengan mengelus-ngelus punggungnya. Tunggu, jika, saat tanganmu meraba sampai boyok bagian belakang, dan punggungnya berlubang. Bisa di pastikan, pacar kamu adalah jelmaan dari dedemit Sunderbolong. Perempuan memang sudah kodratnya, dari yang di atas, di ciptakan sebagai mahkluk lembut yang pengen di ngertiin oleh pihak laki-laki.

Sedangkan laki-laki, butuh banget perempuan yang penurut. Yang suka ngikutin arahan cowok, sewaktu dikasih nasehat. Tidak seperti perempuan, laki-laki tidak ada istilah PMS, atau dengan kata lain ‘suka ngambek tanpa alasan yang jelas’. Cuma kadang-kadang, cowok sewaktu kebelet pipis, dan kebetulan pas di dalam mobil, segera turutin apa maunya, sebelum dia kedororan sampek ngompol. Ehm, laki-laki memang paling susah untuk di ajak nahan kencing (ehm). Tapi yang jelas, cowok kuwi, yang bergenre dewasa, biasanya suka hal-hal yang ndhak ribet: Misal, pengen mendengar perempuan-nya berterus terang, dibalik sang pacar bilang:

 “Iya, aku gak pa-pa kok, yaaaaang?”

 Hem…, laki-laki sama sekali ndhak butuh, pacar-nya bilang kayak barusan yang tadi. Sedangkan dalam realita aslinya, maupun dalam film-film layar lebar, cowok di gambakan lebih ribet dari cewek. Ndhak cuma perempuan saja yang nakal. Tapi, laki-laki kalo sudah nakal, biasanya bakal lebih kurang ajar. Mungkin lebih enak, kita kasih nama dengan sebutan, “Laki-Laki Kambing Bandot”.

Di lihat dari berbagai kasus di lapangan. Kasus perselingkuhan kerap kali kita jumpai, dan bukan menjadi isu yang baru di masyarakat. Mungkin, kalo yang di ajak selingkuh, bencong di bundaran waru, akan bakal lain ceritanya. Entah yang selingkuh duluan si cewek, atau kadang pihak laki-lakinya. Yang jelas, ‘Laki-laki kambing Bandot’, kalo yang doyan selingkuh, dan suka ngembat cewek (bisa istri tetangga) orang lain, itu namanya bajingan (baca: mata keranjang). Ndhak ada, yang perlu di pertahankan ketika cinta di hianati.

Laki-laki yang doyan mutusin ceweknya, tanpa alasan yang jelas, itu namanya brengsek labil. Laki-laki labil ini, tahap pemikiran-nya masih di level cemen. Logikanya kadang ndhak jalan karena tersumbat bekas pembalut yang di pungut dari toilet umum. Kadang, dibalik kelabilan-nya, entah besok, pekan depa, atau seratus masehi lagi, cepat atau lambat, dia bakal ngajakin balikan. Ndhak ada yang pantas di perjuangkan, dari seorang laki-laki semacam ini, karna cinta butuh perjuangan bersama, di atas garis kedewasan. Bukan dari salah satu pihak saja.

Bokap gue sebagai peternak Kambing dan Sapi, yang kemudian hewan-hewan ternak itu, untuk keperluan di sembeleh dan di ambil dagingnya. Berawal dari hal itu, gue ngerti sisi negatif kelakuan bejat binatang. Antara kedua hewan tersebut, Wedus lebih gampang di identifikasi secara kasat mata. Hampir ada kemiripan, antara sisi negatif Kambing, dengan sisi, negatif Cowok. Iya, meski pun, dari ke dua-duanya, berbedaan gen. Dan gap-nya masih terlalu jauh. Yang satu binatang murni, yang satu kadang kelakuan-nya menyerupai binatang. Berdasarkan penemuan, Bang Cup(u), iki penjelasane cuah.

Kambing Dombo

Kambing jenis ras ini, bulu putihnya lebat, teksturnya bila di pegang lembut dan agak gempal badan-nya. Sewaktu gue masih SMA dulu, sehabis pulang sekolah, sering banget gue pergi ke sawah, ngajakin si Dombo jalan-jalan sambil makan rumput. Iya, gue ndak ikutan makan rumputnya juga. Sampai di padang savana rerumputan itu, banyak banget, kambing sejenis yang sama, yang juga milik tetangga, ikutan menggembala sebelum senja tiba.

Namanya juga kambing ya, setelah Si dombo gue lepaskan, Si Dombo langsung mbribik, matanya melirik kesana-kemari. Setelah sepersekian detik, Dombo memburu kambing berjenis kelamin betina. Lazimnya kelakukan binatang, kemudian Dumbo mengawininya langsung tanpa persetujan ijab kabul dari pemiliknya. Setelah puas, mengawini kambing yang satu, Si Dombo pergi lagi, mencari betina lain yang lebih semok, lalu tanpa rasa malu, Si Dombo menaiki kambing betina barunya. Dan terjadilah, kawin untuk yang ke dua kalinya. Mungkin, jika Dombo itu semacam laki-laki dewasa, gue yakin bakalan di bakar masa secara hidup-hidup atas kelaukan bejatnya. Sampai begitu terus, hingga akhirnya Si Dombo penjahat kelamin, berakhir disembeleh bokap untuk diambil dagingnya.

Jadi gini lho, suatu waktu kamu ngajakin cowokmu jalan-jaalan, entah itu ke Mall, ke taman kota atau ke pasar, terus sewaktu kamu lihat dia, matanya sedang jelalatan ngelirik cewek lain. Hem.., bisa di pastikan, cowokmu punya bibit Kambing Dombo. Keganjilan kecil, yang terlihat sekarang, seperti suka melirik cewek yang lebih cantik secara fisik dari pada kamu. Pada suatu saat, ada kemungkinan, kuwi cowok punya bibit pelaku poligami. Hingga pada suatu kelak, ketika kamu mengalami penua’an (tidak cantik seperti masa pacaran dulu) dari sudut pandang dia (baca: suaimu). Ada kemungkinan, kasusnya Si Dombo bakal, terjadi di kehidupan kamu. Dan sampean, ndak mau kan, di jadi’in istri ke dua kelak setelah beberapa tahu menikah?.

Ngeri toh, mbak?.

Jika pada suatu saat sampean nemuin situasi seperti ini. Colok mata pacar kamu dengan tusuk konde yang kamu pakai, lalu gambar dia keras-keras agar cepat tersadar dan bilang: “Dasar, laki-laki Wedus Dombo!”. Itu.

Kambing Jawa

Bokap gue, sebagai pengusaha jagal hewan ternak, di kandang belakang rumah, terdapat berbagai macam varian jenis kambing. Kambing Jawa, atau nama latin-nya Wedus Jowo, punya beberapa stok di kandang. Berbeda dengan Kambing Dombo, Wedus Jowo ini saat makan ndhak perlu makan-makanan rumput di tegalan sawah. Dia kelasnya agak elit sedikit. Maunya makan-makanan rumput, dari daun-daun rambanan, yang di dapat dari ngaret nek ngalas. Juga suka gayemi daun nangka, dan berbagai jenis duan lain, yang masih memiliki zat hijau daun.

Sebagai ras yang unggul, Wedus Jawa kesehariannya agak elit, tentunya sifat pebawaan-nya agak elit juga. Malang melintang di dunia peternakan jagal hewan, kapabilitas Bokap dalam merukuni per-wedusan sudah sangat profesional. Bokap, biasanya dalam satu kandang, hanya di isi satu ekor Wedus Jowa jenis pejantan. Tentunya, hal ini bakal membuat Wedus Jowo menjadi sangat kesepian. Hingga pada suatu saat, sore itu, selepas di kasih makan, Si Jantan di kasih teman, tentunya jenis betina dari ras yang sama. Si Jawa girang banget, sampai-sampai kerjaannya tiap, pagi, siang dan sore, crewet dan bilang,

“MBekkkkkk-Mbekkkk”.

 Itu artinya, dalam bahasa peternakan, kalo di terjemahin, adalah minta makan. Memang ada kemungkinan, Si Jantan ndak mau ngelihat Betina-nya kelaperan. Dan kemungkin lain lagi, dari kejadian itulah cinta lokasi antara Wedus Jowo Pejantan dan Betina bersemi. Menjelang tahun, idul Qu’rban, biasanya Bokap kewalahan pesanan, hingga kandangnya sampek penuh-penuh. Hal ini, jelas sekali, membuat kandang Wedus Jowo Jantan dan Betina tadi, terpaksa di isi Wedus Jowo Pejantan lain. Sebagai pendatang baru, Pejantan Baru tadi, suka godain si betina, hingga membuat Pejantan Lama posesif, sampai akhirnya terjadilah adu sundul. Yang kerap kita dengar dengan istilah, wedus berekkk.

Jika cowok kamu, posesif, dan suka cemburuan dengan teman kampusmu, atau teman entah berantah lain. Berarti cowok kamu, ndhak beda jauh dengan Wedus Jowo. Posesif. Bibit posesif cowok kamu, bisa di ketahui sewaktu, kamu minta izin ke dia melalui pesan singat yang berbunyi: “Yang, aku mau ke kampus sebelah, ikut seminar, tapi aku di bonceng sama temenku, namanya Bang Ucu(u). Boleh, yaaaa?”.

Lebih dari lima menit, pesan pendek, balasan dari cowok kamu belum juga muncul. Itu tandanya dia sedang cemburu. Cemburu memang tandanya sayang, tapi saat hubungan sudah pada tahap komitmen, dan menaruh percaya satu sama lain. Cemburu adalah, tindakan bodoh yang seharusnya tidak perlu dilakukan. Karna cinta, yang sudah pada tahap, saling percaya, perasaan tidak akan pernah lari ke hati mana pun. Ehm. Keren kan gue?.

Apa bila di kemudian hari, kamu nemuin situasi kayak tadi. Pertahankan. Masalah kecil, masih bisa dibenai dengan duduk bersama, obrolin, dengan sifat sama-sama saling ngerti’in dan menghormati, satu sama lain. Kalo tetap, ndhak bisa dibenai, dan terus berulang sampai ratusan kali. Tanya dengan sabar: “Hubungan ini mau dibawa kemana?. Karna hubungan yang lama, membutuhkan keseriusan.

Seandainya masih tetap, ndhak ada perubaan sama sekali. Sogrok telinga cowok kamu pakek tanduk Wedus Jowo, dan bilang dengan suaaarrraa keraaaaaaas: “Dasar, laki-laki labil, turunan Wedos Jowo

Kambing Etawa

Kambing Etawa ini, merupakan kambing jantan tercakep di anatara dunia perkambingan dari ras mana pun. Badan-nya gede, tinggi dan gagah, sekaligus telingahnya-nya melar setengah menjuntai ke tanah. Mirip seperi mas-mas calon waria yang gagal di lantik menjadi WTS. Dalam dunia peternakan, kambing jenis ini mahalnya ndak ketulungan, makan-nya Bokap ndhak pernah menyembeleh jenis ini, karna harganya yang mahal, ndhak sebanding dengan harga daging jualnya. Iso-iso ora balek modal. Bangkrut. Stres, terus kena strok.

Karena bentuk fisiknya yang nyaris mendekati sempurna. Kambing ini memang di peruntuk kan sebagai peliharaan. Untuk jenis betina, di berdayakan sebagai penghasil susu. Saat pagi tiba, sang pemilik bakal memeras-meras payudaranya, hingga sanggup menghasilkan susu sebanyak satu Barel Kontainer. Sedangkan Kambing Etawa pejantan, di berdayakan sebagai pemuas napsu, kambing betina yang kegatelan dalam rangka memperbaiki keturnan. Tidak heran, kalo Kambing Etawa Pejantan, sering gonta-ganti pasangan. Mungkin julukan play boy lebih afdol untuknya.

Saat kambing ini di bawa ke pasar hewan oleh Bokap, dan hendak di jual, setibanya di pasar, dan berkerumun dengan jenis kambing dari berbagai ras. Kambing Etawa pejantan, langsung mendadak sangek, dengan menarik lawan jenisnya, sembari mocong mrongosnya-nya memberi dehaman lembut, seperti ini: “Mbhheeeeookk’’. Mungkin, kalo di bahasa anak muda gaul level SMA, bisa di terjemahan dengan siulan, yang di susul teriakan; “Hai…., cewek, godain kita dong”. Apa bedanya dengan bencong yang mangkal di Bundaran Waru.

 Jika kebetulan kamu punya cowok dengan ciri-ciri, seperti di atas barusan. Dengan gejala, sewaktu kamu ajak jalan, cowok kamu suka main siul-siul saat ngelihat atau bahkan berpapasan dengan cewek lain di eskalator sebuah Mall. Padahal, saat itu, posisi kamu ada di sebelahnya. Hem…., hentikan dengan segera hubungan percintaan kalian.

 Serius kamu Bang Cup(u)?”

 Bener, gue serius. Lebih baik sakit hati sekarang, dari pada nunggu entar, pas kamu di selingkuhin atau di dua kan. Karna di selingkuhi, sakitnya pedih banget, mungkin lebih sakit dari pada bullying Syahrini ketabrak metro-mini. Masuk akal sekali, cowok yang tampan, akan bakal dengan mudah di gandrungi oleh cewek lain. Lalu dari situ, muculah kesempatan untuk menjalin hubungan pacar gelap. Dan setiap, kamu punya cowok seperti ini, pikiran kamu ndhak akan pernah tenang. Setiap cowok kamu jalan ke luar, kamu bakalan risau. Mending punya, cowok dengan muka pas-pasan, setia setiap saat. Karna cowok dengan muka yang pas-pasan, ndhak bakal ada cewek yang berani godain. Lha wong, demet saja kalo dulet ndhak mau kok.

***

Tapi sekarang ada kabar baik.

Bokap gue sekarang lebih handal dalam mengurusi perilaku Bejat Kambing Jantan peliharaan-nya. Bergumul dengan kambing yang sudah mendarah daging, membuat bokap lebih menjiawai perannya, yang naik satu peringat: sebagai pawang. Saat ada hajatan pesta pernikahan, maupun hajatan lain yang sekala tamu undangan di atas ribuan, dan dalam hajatan itu butuh tim penjagal hewan sapi yang beringas, kerap kali, tim bokap gue di undang untuk meng-eksekusi sang hewan. Pawon ngebul, begitu kata orang Jawa bilang.

Dan untuk pasaran wage mau pun, hari-hari besar seperti awal bulan puasa dan sejenisnya, Si Dombo, dan Jawa Pejantan, bahkan Sapi, bakalan masuk daftar list korban ekeskusi mati ditempat jagal. Jauh-jauh hari, sebelum mereka semua di eksekusi sang algojo, mereka dikarantina didalam kandang untuk beberapa bulan, lalu hidupnya di manjakan dengan dikasih teman kambing betina yang aduhai, sekaligus di suguhi makanan yang enak-enak (rumput kualitas super). Kalo sudah waktunya tiba, ada pesanan daging ukuran jumbo di atas satu kwintal, bokap bakal mengambil mereka dari kandang. Karantina yang lebih dari sebulan tadi, telah membuat daging mereka gempal.

Di sisi lain, untuk hewan kambing jenis Etawa, bokap menyalurkan shahwat orgasme kambing tersebut ke betina yang ingin di kembangkan dengan konsep bibit unggul. Dari situ, bokap membuka penyaluran investasi hewan ternak dengan sistem bagi hasil. Pembagian-nya, 50% : 50% antara pihak pemelihara dan penanam investasi. Awalnya sih, bokap ndhak membuka pelayanan ini, tapi temen gue Si Lukman, menyerahan sejumlah uang ke bokap untuk dibelikan kambing bibit unggul, dengan di ternakkan —  atau dengan nama lain, di kembangbiak kan.

Ehm, bokap gue memiliki speliasasi dalam:

 Jasa Tim Penjagal Sapi.

Jasa Penyuplai Stock Daging Sapi dan Kambing.

Dan Jasa Investasi Pengembangan Hewan Ternak.

Jadi gini, jika pembaca sekalian yang ada di sini, mau pun pembaca pendatang baru, atau perusahaan UMKM bapak dan ibu membutuhkan jasa-jasa tersebut di atas. Bapak dan ibu berada di jalur yang benar. Dan cukup menghubungi no seluler berikut untuk area: Panggul – Munjungan – Nglorok – Trenggalek – Pacitan dan sekitarnya:

081-217-184-277 [Miran D’jagal Sapi – Kambing]

Desa. Kertosono RT/RW 003/001 Kec. Panggul, Kab – Trenggalek.

Yap… This is the end of the post. Semoga informasi ini berguna buat mbak-mbak, dan dedek-dedek di luar sana. Any way keselak basway, Mbak-mbak dan dedek-dedek, pernah nemuin, kejadian kayak kasus di atas?. Ceritaain dong, monggo, share di comment box ya! Matur–terimakasih gaes.

 Surabaya, 24 January 2015

Fine me on Twitter: @Cupunoted

Aku sering bikin status pesbuk disini loh.. klik

 

 

Iklan

10 thoughts on “Laki-Laki Kambing Bandot

  1. Ronny Fauzi berkata:

    “Colok mata pacar kamu dengan tusuk konde yang kamu pakai, lalu gambar dia keras-keras agar cepat tersadar dan bilang: ‘Dasar, laki-laki Wedus Dombo!’” –> tiba2 ceweknya jadi body painter.

    eh, tapi setelah membaca postingan ini sampai akhir, saya jadi ingin bertanya, mas cupu termasuk spesies kambing yang mana. *wuuuusss… kabur naik jetpack*

Monggo pinarak?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s