Tentang Tantangan Menjadi Creator

#Nyangkem

#Nyangkem

Biar gak di sebut penulis murtad, segenap tenaga dalam sudah gue sumbangkan, buat rajin bikin postingan di sini. Lama-lama, kebiasaan ini jadi hebit juga, yang akhirnya gue bisa enjoy saat menjalaninya. Intinya, menulis itu passion, sebuah panggilan jiwa untuk terus berbagi. Ehm.., kalo gak punya passion, bisa-bisa gue sudah di jerat rasa malas. Lalu nyerah di tengah jalan. Yuup, itulah satu alasan kenapa, seminggu sekali gue buat postingan.

Gue juga gak doyan, di pandang jadi penulis karbitan, yang kelar nelurin buku terus dapet predikat penulis. Menjadi penulis adalah jalan panjang bersahabat dengan kesunyian, yang di dalamnya harus dibarengi dengan tanggung jawab untuk terus belajar sepanjang hayat. Yup, menulis bagian dari proses belajar. Gue percaya, setelah konsisten untuk terus berkarya, efek sampingnya, setiap penulis akan menciptakan market’nya sendiri.

Mengabdikan diri untuk menjadi penulis, sama halnya menjadi creator yang terus melahirkan karya. Gue nyadar, untuk membentuk karya hebat, gak mungkin juga cuma ngemasin postingan tiap minggu. Makanya mulai tahun 2015 kemarin, gue nyusun target, apa yang harus dikejar, dan dikerjakan di tahun ini. Karena setelah gue rasa, bumi dan alam raya ini sangat kecil, tapi dengan baca, tulis dan karya, segalanya meluas memberi pengaruh banyak orang. Asyik ya?.

Hingga pada suatu akhirnya, saat rasa malas sudah bisa di atasi. Saat konsisten sudah bisa di pegang dengan disiplin. Kematangan akan menui jalannya sendiri. Fase berikutnya akan terus berjalan. Yang ada, tantangan baru di depan mata, yang perlu di takluk’kan. Semua paham, tanpa tantangan, kita hanya menjadi mahkluk lemah yang gampang ngambek ketika di ajak berjuang. Untuk terus tumbuh dan berkembang, gue mulai memikirkan caranya ngais rezeki dari berkaya.

Jalan sebagai penulis, rutenya akan sama seperti yang di alami penulis lain, satu persatu akan gue kerjakan. Secara bertahap, malam demi malam. Sebenarnya, tujuan gue cuma satu doang, saat tua nanti, saat anak gue sudah tumbuh besar, dan dia nanya sewaktu gue nganterin berangkat sekolah, “Poak…, Bapak dulu waktu muda ngapain, aja toh?” akan dengan sangat bangga, gue sodorkan sebuah buku, lalu gue jawab sambil mengusap-ngusap kepalanya, “Bacalah…, Nak. Bapakmu muda dulu, ceritanya ada di buku inii….’

Harapan’nya sebagai orang yang sekarang masih muda, yang tenaganya sekuat ayunan pacul petani untuk membajak sawah, gue hanya bisa memberi contoh. Apakah waktu yang di pinjamkan dalam hidup ini akan berlalu dengan buku-buku yang tidak pernah di tulis. Dan, lagu-lagu yang tidak pernah di nyanyikan. Yang tersisa dibelakang hari, hanya ada penyesalan masa muda karena gerakan-gerakan yang tidak pernah terlaksana.

Monggo, kita simak bareng-bareng.

Buku

#CoverLengkap #CintaKesandungGunung #CKG #tagar #cupunoted

#CoverLengkap #CintaKesandungGunung#CKG #tagar #cupunoted

Awal-awal gue mulai nge-blogg pada tahun 2011, gue ngeblogg sekedar nge-blogg. Karena pada masa itu, semangat gue satu: belajar nulis. Setahun berikutnya, gue mulai berani nulis di mading kamar, di sana gue masang target, sebelum umur 24 tahun, gue harus bisa ngelahirin satu buku. Pada bulan September tahun lalu, Gusti Allah ngasih cerita patah hati. Akhirnya, gue punya bahan untuk menulis buku. Yuup, buku Cinta Kesandung Gunung pun menjadi karya gue yang pertama.

Sebagai informasi (promosi yowben) yang dalam waktu dekat ini, akan rilis, dan bisa di beli secara luas, di seluruh Indonesia. Cihuiii. Lalu akan di jual dengan sebanyak-banyaknya. Oh iya, tanggal, dan harganya masih gue simpen dengan rapi. Pokok’nya sisihian aja uang jajan, buat baca nih buku. (promosi meneh). Apa itu Buku novel comedy ‘Cinta Kesandung Gunung’, cuplikan’nya ada di sini (monggo di klik).

Advertorial

Nyadar gak, dari mulai kita zaman Taman-Kanak-Kanak sampek kuliah, terus kerja, alur hidup kita tuh sama: seragam di atur oleh jadwal. Pagi sampek sore, sepanjang waktu hidup kita gak pernah bebas. Ya Tuhannn.., hampir tiap hari kita melakukan hal yang sama, padahal tujuan hidup kita beda-beda. Setelah tahu, mungkin akan muncul celotehkan kayak gini, “Oh iya, juga sih..!’. Setelah paham kemana tujuan hidup gue, berkarya jalan terang untuk menjadi manusia yang beda dari yang lain.

Gayung bersambut jamban. Saat sumber pendapatan dari advertorial, bergaji dolar dari peng’iklan, dan sudah melebihi gaji kantoran. Nah, saat itulah, panggilan untuk berhenti dari kantor harus segera di sampaikan. Kita semua blogger’ yang jadi kemudi, pasti akan menuju ke sana. Makanya gue ngeburu agensi periklanan biar dapet duwit. Cihui, beberapa bulan yang lalu, akhirnya gue dapet agensi iklan. Tiap akhir bulan, gue bisa dapet duwit dari sini.

Meski pun jumlahnya gak sebanyak duwitnya Gayus Tambunan. Tapi cukup buat bayar ‘sekolah’ di kampus. Oh iya, hampir ketinggalan. Gue mau berbagi, kalo ada yang mau kue porsi iklan, gue kasih info soal agensi publisher di tanah air. Sebulan sekali, di bayar pakek rupiah, bukan pake daun curut. Nah, mengenai informasi lebih lengkapnya, elo klik aja benner di pojok kanan atas ituh. Asyik toh?.

Skrip film

Zaman digital seperti sekarang ini, membangun portofolio digital tuh, ngebantu banget dalam melebarkan peluang karier. Beberapa bulan yang lalu, ada berita di koran yang pake fotonya bang radit sebagai pelengkap konten’nya. Terus-terus, di dalam berita ituh, isinya memuat tentang kabar Indonesia kekurangan penulis-penulis skenario film. Habis baca, gue jadi ngarep, semoga ada mas-mas produser, yang insap, terus ngerekrut gue masuk ke tim penulis skenarionya.

Namanya juga usaha. Mewakaf’kan segenap energi untuk terus berjuang, tentang apa yang kita yakini. Untuk meyakini, berasal dari produk hati, bukan produk pikiran. Jika bekerja berangkat dari panggilan hati (baca: passion), apa yang di kerjakaan akan selalu membawa nikmat dan memberi dorongan energi di saat lelah. Gue yakin, saat sudah tahu cara dan metodenya, tentang ‘kematangan’ hanya menunggu waktu.

Memang, hidup gak segamapang gacornya mario teguh, tapi juga gak semudah omongan’nya orang ngeluh. Cuma mau nepuk pundak yang ngebaca noted ini, gue mau berbisik sayup-sayup, di telinga kanan elo, “Yuk, berjuang rame-rame melawan seleksi alam, biar bisa keluar dari lingkaran manusia yang gampang nyerah.
 

Naskah Komedi

#CoverDepan #CKG #Tagar #CintaKesandungGunung

#CoverDepan #CKG #Tagar #CintaKesandungGunung

Selama ini, apa yang gue tulis, gue berusaha nyelipin joke-joke komedi di setiap postingan gue. Sama ding, apa yang gue tulis dalam buku “Cinta Kesandung Gunung’ juga gue tulis dengan genre personal literatur comedy. Sesuai apa yang menjadi ‘choise’ dalam karya-karya gue selama ini: me(ko)dok. Misal kalo kurang lucu, atau ada kalimat yang garing, nyuwun sewu (tolong-tolonggg), jangan celathu aku dek.

Sekian waktu berjalan, sekian waktu berlajar, menulis komedi bukan tentang bakat seseorang untuk jadi pelawak. Semuanya bisa di pelajari. Ada satu hal yang perlu di renungkan bareng-bareng. Semuanya berangkat dari cara yang sama. Apa?. Asal mau!.

***

 Wuih, gak terasa, gue selesai nulis ini sudah jam 3 dini hari. Soalnya, saat rumah dalam keadaan tenang, dan sepi, saat itu juga, gue bisa menulis dengan enjoy, menyalurkan apa yang ada di dalam hati gue. Yang lebih penting untuk di kunyah, lalu di telan dalam cerita ini, setelah membaca noted gue, semoga ketersambungan hati ini membawa pengaruh yang maha luas.

Karena orang-orang dengan hati yang sama, akan terasa mudah untuk digerakan. Menggerakan untuk tidak takut memulai sebuah karya, apa pun itu bentuknya. Di dalam diri kita, ada buku yang menunggu untuk di tulis. Ada draft skenario film yang menunggu untuk di jadikan film. Dan., ada karya yang harus di selesaikan. Keren, ya?.

#Macol.com

#Macol.com

 

 

Iklan

16 thoughts on “Tentang Tantangan Menjadi Creator

  1. kekekenanga berkata:

    wwuihhhh keren pisan.
    Pertama-tama mengucap syukur alhamdulillah dipostingan ini nggak ada bahasa medok nya, jadi gue bisa baca dengan arti yang benar :D.

    Btw mau komentarin gambar paling atas tuh typo apa emang sengaja caper kok *cinta keSNadung gunung* hahahaa julit banget yak gue.

    Ditunggu kiriman bukunya yang katanya ada nama gue di selipin *gue butuh bukti*

  2. itsmearni berkata:

    Aih ini kereeeeeen
    Berasa ketampol bolak balik bacanya, secara saya ngeblognya angot-angotan kayak gini
    Itu bukunya bisa dicomot dimana nih, pesan sama bang cupuh atau ada ditoko buku?

Monggo pinarak?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s