Tentang Orang Yang Memberi Pengaruh…

#BloggerJawa

#BloggerJawa

Persamaan kita sama: pernah jatuh cinta berkali-kali. Bermula dari sekolah dasar, kita sudah kenal dengan cinta monyet. Yang banyak orang bilang, jatuh cinta yang tanpa alasan apa-apa untuk mengungkap’kannya. Yang sering terjadi, cukup dengan ucapan sesederhana, ‘I lop you!’. Lalu ada masa dimana, cinta juga mengalami metamorfosis. Di saat keberaniaan masih dianggap cemen, kita pernah mengalami hal yang sama: menjadi pemuja rahasia. Yang dalam sering kali kita dengar, adalah jatuh cinta diam-diam. Pedih…,

Ada masa dimana gue pernah menjadi buaya darat, ehm…, gak-gak, ciri-cirinya lebih mendekati ke mata keranjang. Mengencani (jalan bareng maksudnya) dua cewek sekaligus dalam periode yang sama. Malam minggu, hari ini, untuk si anu, malam minggu besoknya lagi, untuk si ‘anu’ yang lain lagi. Cinta memang banyak menawarkan pilihan dan warna. Sampai pada suatu point, hati akan mencari orang-orang yang lebih membutuhkan, yang bisa bisa menjadi pelengkap untuk menghormati, apa yang kita kerjakan.

Dalam hidup ini, sudah banyak banget kita jatuh cinta, lalu kebinasaan-kebinasaan yang mengikutinya akan selalu ada. Kita terus berjalan-jalan, bergerak maju mencari pasangan yang ideal yang bisa di pertahankan sampai ke jenjang, yang lebih dari kata main-main. Fatamorgana…, cinta bekerja untuk membangun komitmen bersama. Tapi yang terjadi, ke depan tidak ada yang tahu: kita akan berjalan di lintasan yang sama: jatuh cinta berkali-kali, sakit hati berkali-kali, sebelum akhirnya berhenti pada pilihan: menikah. Iyo, ora sih?.

Dari zaman cinta monyet, sampai zaman dimana udah bisa mikir, ngebedain mana pasangan yang bisa di ajak serius, mana yang enggak. Udah banyak banget, tentang orang-orang yang pernah singgah di hati kita. Hingga bisa melangkah sampai sejauh ini, ada banyak banget orang-orang yang pernah kita ajak bareng ngebangun cita-cita bersama, yang lebih dari sekedar begandengan tangan tiap malam minggu. Lalu mengucap harapan manis dibawah jembatan fly over, “Entar, kalo kita udah nikah, anak pertama kudu, lakik?’.

Jatuh cinta adalah tentang siapa yang datang, dan patah hati adalah tentang siapa yang pergi. Lalu yang pernah datang, meski pun sekarang pergi, ada banyak tentang hal-hal seru yang perlu kita ambil dari kehilangan. Tentang bekas kehadiran’nya yang pernah memberi pengaruh baik yang perlu di jaga sampai sekarang. Gara-gara  mikir teori ini, gue jadi bisa ngukur sisi kedewasaan, di tentukan dari, akan jadi apa kita setelah mengenal, karena setelah kita mengenal ada masanya kita akan bertemu dengan kepergian.

Ketika dua hati yang pernah bersama, kenangan tentang kebaikan yang pernah di lakukan bareng-bareng akan selalu hidup. Sepanjang masa, dan sepanjang hayat. Mantan pacar gue dulu, kebanyakan gak ada yang suka baca buku. Tapi setiap kali gue jalan sewaktu nonton bareng, gue sempetin buat mampir ke toko buku. Megangin buku-buku baru yang bagus, lalu membawanya ke kasir. Atau sekedar pengen mencium bau harumnya buku baru. Kebiasaan gue yang doyan baca buku, akhirnya ngaruh juga buat dia. Efeknya saat kita bertemu masalah, bisa sama-sama saling nyumbang ide. Mana yang baik untuk di jalankan, mana yang harus di tinggalkan. Kebiasaan seperti ini, membuat dua orang anak manusia bisa sama-sama nyambung karena punya selera yang sama.

Ada banyak cerita tentang mantan yang ngasih pengaruh. Di luar sana, mungkin cerita ini ada, dan akan terus ada. Bagi yang pernah mengalami, ini soal menghapus hal-hal buruk. Ini bukan tentang menjadi orang lain, tapi tentang siapa yang membimbing kita, sampai jadi orang patuh terhadap apa pun. Dari orang yang gak bisa ngatur jadwal, sampai bisa menjadi orang yang disiplin. Bagi yang muslim, saat mau jalan bareng tapi tiba-tiba denger suara adzan, lalu bekas mantanmu dulu, tiba-tiba mampir ke tempat wudhu. Iyah, kalo pernah bertemu dengan kenangan ini, gue seneng kalo air matamu jatuh.

Ada juga cerita datang dari seorang teman. Yang bisa merubah sisi kemewahan seorang mantan pacarnya dulu. Dari seorang keluarga, yang punya segalanya, untuk makan di luar pun, harus memilih rumah makan yang cukup mewah, dimana satu porsi makanan’nya harganya sama dengan biaya umroh. Karena hidup harus terus berbagi, dan apa yang akan kita beli di dalamnya ada rezeki orang lain. Ending-nya, cinta mengajarkan untuk berbagi. Setuju, cinta memang ajaib, bisa merubah sudut pandang seseorang. Teman gue tadi berhasil membawa kebiasaan mewah mantan’nya dulu untuk mau menjadi seseorang yang sederhana.

Di dalam noted ini, bukan maksud gue untuk ngajarin tentang gagal move on. Bukan niat gue ngajarin menjadi manusia yang lemah, yang gampangan galau. Di dalam kenangan, ada hal-hal seru yang bisa kita ambil, untuk kita renungkan bareng-bareng. Bisa jadi, jika hatimu trenyuh membaca catatan pendek ini, lalu mengangguk setuju. Akan percaya mantan legendaris itu, meskipun raganya sudah pergi, tapi kenangan indahnya menjadi alarm untuk terus memperbaiki hati. Dan gue semakin kasihan, mereka yang pernah di siksa oleh rasa penyesalan, dalam hatinya yang paling dalam, pernah mengalami sakitnya kehilangan tentang orang yang pernah dibutuhkan.

Serius.., nyesel kenal sama orang yang pernah baik, yang pernah ada memberi arti? Coba di ingat pelan-pelan, kapan terakhir kamu berbisik di telinganya, terus bilang, “Kita akan sampai kayak gini terus, kan?’. Sudah berapa lama saling gak ada kabar, sudah berapa lama menjadi orang lain?. Waktunya pegang henfon, coba nyari tahu tentang keadaan dia. Karena gak ada salahnya,  ngucapin: ‘Heii.., apa kabar?’ dan kembali menjadi orang yang pernah kenal.

#Nyangkem #NotedCupu.com

#Nyangkem
#NotedCupu.com

Iklan

4 thoughts on “Tentang Orang Yang Memberi Pengaruh…

  1. Gara berkata:

    Saya baca ini sambil makan. Kemudian saya berhenti makan. Dan berpikir. Hm… saya suka tulisan-tulisanmu membuat saya melihat ke sesuatu yang lebih besar dari sebuah titik tolak yang sederhana.
    Jadi gini. Saya beranggapan kalau jodoh itu tidak mesti urusan pasangan hidup yang Tuhan tentukan. Melainkan juga orang-orang yang ada atau pernah ada dalam kehidupan kita. Semua pasti ada maksud untuk pernah singgah di hari-hari kita, pasti ada gunanya. Ya mungkin pengaruhnya sedikit, macam tambahan seujung kuku garam ke sayur bening, tapi pasti ada dampaknya dan kalau itu tak ada, mungkin hidup kita tak akan jadi seperti sekarang.

Monggo pinarak?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s