Ada Awan Mendung Sebelum Hujan

notedcupu.com

notedcupu.com

Harapan hidup di dalam ruang dan waktu. Jika mimpi di sebut harapan, apakah boleh kita menyebut hidup sebagai pelaksanaan kata-kata?. Tahun telah berganti, zaman semakin berumur tua, sebagian dari kita, hidup dalam siksa’an penyesalan. Semua orang yang masih waras punya tekad yang sama: mengenang hari tua dengan cerita-cerita masa muda yang membanggakan. Tapi mimpi mempunyai kaki. Ada yang bisa berjalan lambat, ada yang bisa berjalan langkah demi langkah, ada juga yang sanggup berlari kencang. Semua itu pilihan, lengkap dengan resikonya masing-masing.

Yang paling menyenangkan, dibalik pergantian zaman, harapan berterbangan ke permukaan membanjiri beranda kita. Mata kita bisa melihat mimpi yang terpindai dalam text, ketika jari-jemari bisa mewakili ucapan yang tersekat oleh jarak, ruang dan waktu. Ada cahaya terang setelah harapan itu lahir, karena semangat mudah menghinggapi jiwa manusia yang mau bergerak maju. Barang kali yang paling sial di bumi yang luas ini, harapan yang sebatas seremonial. Catatan di akhir tahun sebagai buktinya, harapan bisa lahir, tapi tidak bisa di besarkan.

Itulah yang di sebut dengan harapan palsu.

Masing-masing dari kita di uji dalam perjalanan’nya. Ujian itu melewati tiga standart yang berbeda. Apakah kadar perjuangannya masuk kategori biasa saja? Atau sedang?, bisa juga masuk ke kategori yang terakhir, sungguh-sungguh. Maka berbahagialah kepada mereka, yang semangatnya masih terjaga, yang mampu melahirkan harapan hingga mampu membesarkannya.

Memang di akhir cerita, tidak ada yang tahu hasilnya seperti apa. Tapi perjuangan selalalu bertanya, jangan sibuk menjadi ‘apa’, tapi sibuklah berbuat apa?. Sepakat. Kita tidak harus seirama dengan pameo ini, karena di dalam kepala kita isinya berbeda-beda. Yang harus di renungkan di saat sunyi, kita sama-sama mencintai satu hal, menghormati kebenaran.

Ada yang masih ingat tentang cerita nasip seorang petani di tengah sawah?. Yang bisa dilakukan seorang petani, bekerja untuk menanam padi, sambil terus berharap dan merapalkan doa sepanjang waktu. Dari menanam bibit, peletakan benih, hingga mensteril’kan dari musuh jahat bernama hama, sampai pada suatu masa, padi itu menguning, lalu memasuki masa siap panen raya. Semua akan bertanya-tanya, apakah petani bisa memastikan bisa panen dan berhasil?.

Di dalam harapan ada niat baik, sementara orang-orang yang bahagia di dalam hatinya punya semangat untuk mewujudkan harapan. Ada awan mendung sebelum turunnya hujan. Ada masa tanam sebelum masa panen tiba. Ada pilihan yang harus di pilih terlebih dahulu, untuk hidup bahagia. Kata orang, harapan itu bisa berubah menjadi pintu rezeki di lain waktu, rezeki juga tidak akan lari ke mana-mana, masalahnya, sudahkah kita siapkan ladang dan karungnya?. Berjuanglah.

Iklan

6 thoughts on “Ada Awan Mendung Sebelum Hujan

Monggo pinarak?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s