Hal-Hal yang Terjadi Setelah Berkarya

#Penampakan #CintaKesandungGunung

#Penampakan #CintaKesandungGunung

Setelah gue menyelesaikan satu buku novel #CintaKesandungGunung, hal-hal aneh mulai datang menyapa. Ke dua tokoh yang ada di bab akhir buku ini, masing-masing dari mereka sekarang punya kehidupan baru. Inu, yang gue bahas di ending cerita, melewati segala tujuan hidup yang sekarang di tempuh. Barang kali, jika mantannya yang dulu, mendengar dan melihat tentang keadaan Inu sekarang, penyesalan adalah kata-kata yang gak enak di dengar.

Lalu, tokoh Antagonis dalam buku ini kemana? Terus terang, sampai detik ini, gue gak tahu kemana jejaknya. Patah hati, membuka kejadian-kejadian baru yang maha dahsyat. Dulu, tuhan mengatur kita untuk saling mengenal, tapi, tuhan mengatur kita untuk belajar. Akan jadi apa setelah sama-sama pergi?. Dan tokoh pertama, adalah gue, jika memang sudah tiba waktunya, saat gue menerima pertanya’an aneh, ‘Pak, bapak dulu pas muda, ngapain aja, sih?’ sambil mengendongnya di punggung belakang, gue bakal jawab dengan rasa senang, ‘Baca ini, nak. Bapakmu dulu punya banyak cerita hebat masa muda?’

Di akhir cerita, kepada mereka yang telah membaca, dan semua tokoh yang terlibat di dalam buku ini, akan tahu jawaban’nya. Keputusan-keputusan masa lalu, membawa kita pada jenis-jenis tabiat manusia, baik dan buruk, mau pun tingkat kedewasaan masing-masing. Ada yang menyesal karena telah pergi dengan orang lain, ada yang menyesal karena kelabilan’nya sendiri.  Kejahatan cinta di masa lalu, membawa pencerahan baru, mudah-mudahan kita semua menjadi dewasa, karena mampu bersikap arif dan bijaksana.

Iyo, ora?.

Semua orang tahu, akan ada reaksi setelah melakakukan pergerakan. Bagi sebagian orang yang yang menganggap hidup ini transit, maka jalan terbaik untuk mengabdi kepada alam semesta adalah dengan cara berkarya. Maka biar bisa mengabdi, tuhan pun meminjami kita raga berbalut sarung, sepedah pancal, dan mesin ketik seperlunya. Tapi lucunya, banyak yang menjadi budak perut dan kelamin, meninggalkan jejak di bumi tanpa makna yang berarti bagi sesama. #UduMarioTeguhCah.

Menulis buku, buat gue adalah perjuangan sepanjang zaman, bekerja di antara dua waktu, siang dan malam. Maka gue setuju banget kalo ada yang bilang, semakin briliant karyanya, jelas banget, semakin luar biasa untuk menggagasnya, maka semakin sakit hati kalo di ambil sembarangan dan oleh orang lain, ketika di jadikan sumber penghasilan. Lebih sakit hatinya lagi, apa lagi ada beberapa teman yang sampe  minta gratisan!. Lha gue udah meluangkan pikiran, waktu, biaya dan energi yang luar bisa banyak buat nulis, tega-teganya minta gratisan?.  Hormatilah karyanya dengan cara membeli.

Setelah karya itu lahir dan beredar secara luas, dan bisa dinikmati banyak orang di luar sana, gue ngerasa, barang kali bukan manisnya royalti yang berwujud dalam bentuk materi. Melainkan, sapaan dari orang-orang baru, yang entah dari mana datangnya, tiba-tiba muncul lewat mention dan inbox di akun media sosial gue, bahlan e-mail, isinya sekedar ngucapin dengan mimik muka serius, ‘Hai…, Gunung, gila, aku bacanya sampek nangis, aku tahu sekarang apa yang harus aku lakukan setelah selesai baca bukumu.’

Apa pun ‘tentang patah hati’ yang ada di dalam buku itu, gue kembalikan kepada setiap pemilik hati pembacanya. Tuhan menciptakan kita berpasangan. Ada gelap, ada terang. Jika sehabis baca buku #CintaKesandungGunung, lalu dua rasa hati, sedih dan senang datang bersama’an, gue bangga banget, gue telah berhasil menyihir perasaan teman-teman lewat karya perdana ini. Apapun respon’nya bakal gue terima dengan senang hati, bukan pujian yang gue tunggu, bukan nama populer yang gue harapkan, tapi kritikan dan caci maki atas karya gue. Karena gue percaya, cacing tanah meski pun terlihat menjijikan, tetap saja dibutuhkan untuk menyuburkan tanah.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Mewakili buku karya perdana ini, gue yang bertugas sebagai pengetiknya, dan teman-teman di luar sana sebagai pembacanya, mau pun yang sering mantengin blogg gue. Kita adalah dua pasang anak manusia yang saling membutuhkan, gue akan terus menemukan hal-hal baru yang enggak kampungan, tentang cinta dan tentang berbagi. Dan tempat ini, sebagai rumah untuk menampung setiap karya-karya gue. Tempat dimana, gue akan bilang, gue gak mau terjebak dengan pola kehidupan yang seragam: sekolah > kuliah > kerja > nikah >, jadi, hidup terlalu singkat untuk tidak berbuat apa-apa.

Setelah tujuan hidup kita sama, masing-masing dari kita gak akan merasa sendirian, otomatis bakal mudah untuk saling menggerakan, jalan bareng-bareng. Karena kita bakal punya prinsip yang sama: Orang yang berfikir panjang pasti akan paham, lalu yang paham pasti akan tahu, dan yang tahu pasti akan mengamalkan apa yang dia tahu. Setuju, toh?.

Iklan

17 thoughts on “Hal-Hal yang Terjadi Setelah Berkarya

  1. shiq4 berkata:

    Haduuh hebat dah udah jadi penulis. Saya dulu mau buat novel. Eh filenya hilang nggak tahu kemana. Mau mulai dari awal rasanya males banget.

    Emang rasanya sakit ya bang klo ada yang minta buku gratisan? Kkwkkk merasa tidak dihargai? Saya sering tuh minta yg gratisan. Terima kasih udah ngingatkan.

Monggo pinarak?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s