Yang Terhormat Utusan Rindu

#BloggerTanahJawa

notedcupu.com

Sudah lama kita tidak duduk bersama. Di antara gerbong kereta api malam yang lewat itu, sudah tak ada dua insan yang saling curi pandang. Mereka belum binasa. Tapi rindu itu membawa utusan untuk tetap hidup di masa yang lain. Kangen rasanya. Rindu itu mahkluk Allah yang tergolong paling romantis. Ia adalah mutiara jiwa, atau api yang bisa menghidupkan batin.

Karena utusan pemilik rindu. Bahktera kapal Nabi Nuh yang mengembara di atas air bah sekian waktu, lalu oleh sebuah utusan, rindu itu membawanya kembali kepada titah-Nya. Perjumaannya kembali terjalin oleh rasa setia pada daratan. Dan rombongan dalam kapal itu, akhirnya berlabuh, kemudian membangun desanya kembali. Utusan rindu itu, adalah Allah.

Oleh rindu yang tak tertahankan. Gurunda kami, mursyid thoriqot allawiyah mendadak pingsan di suatu tempat. Energinya terkuras habis oleh goncangan rindu yang menggebu-gebu dari ikhwan dan ahkwat yang berada di seberang pulau. Oleh gelombang rindu yang amat dahsyat itu, segenap tenaganya dipakai untuk menjawab cinta. Duduk di depannya, kami mengharap sapuan kata-kata hikmah yang bertebaran di udara.

Kangen membuat seorang istri paham arti kehidupan. Pengembaraannya sebagai seorang Tenaga Kerja Perempuan di luar wilayah negaranya, membuat ia sanggup setia. Sampai-sampai membuat suaminya takjub, dan bertekuk lutut dibawah foto ritus perkawinannya. Pada suatu malam, di sebuah desa tempat tinggalnya, ia membatalkan penyelewanganya sebagai seorang laki-laki.

Oleh kepungan dosa besar di masa silam. Seorang pemuda anak desa di kota, mengerjakan kesibukan-kesibukan untuk senantiasa membersihkan hatinya. Dari kepungan dosa-dosa besarnya, dijadikan bahan, untuk mendorong rasa cintanya, kepada guru mursyidnya. Ia hanya bisa berprasangka baik… agar pemilik utusan rindu itu, mengampuni dosa-dosanya.

Maka, utusan rindu itu tahu kemana ia akan membawa sebuah cita-cita. Rindu yang akan indah dan nikmat. Seorang anak dewasa mengerti persis lorong rasa kangennya. Siapa saja penghuni lorong itu. Keluarganya? Tetangga-tetangganya? Para jamaah di majelis. Atau hanya kehidupan yang salah jalan?. Namun yang pasti. Di ujung lorong itu hanya Allah adanya.

Syukullah.. Lain syakartum la-azidannakum…

Iklan

3 thoughts on “Yang Terhormat Utusan Rindu

Monggo pinarak?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s